Perulangan dalam C++

MENGENAL PERULANGAN DALAM C++

C++ Perulangan
C++ Perulangan
Perulangan digunakan untuk menjalankan satu atau lebih perintah secara berulang selama kondisi tertentu.
Dalam perulangan, umumnya terdiri dari 3 komponen, yaitu:
  1. Nilai Awal/Inisialisasi, yaitu menentukan nilai awal dalam perulangan
  2. Syarat Perulangan, jika nilai memenuhi kondisi tertentu, perulangan akan dilanjutkan, jika tidak, perulangan akan dihentikan.
  3. Perubah Nilai, selama perulangan berlangsung nilai akan diubah secara kontinyu
Perhatikan diagram berikut:

Flow Chart Perulangan
Flow Chart Perulangan
Ada beberapa jenis perulangan yang bisa digunakan dalam bahasa pemrograman C++, diantaranya adalah pernyataan :
  • for 
  • do .. while 
  • while

PERNYATAAN FOR

Pernyataan for bisa diterjemahkan “lakukan perulangan selama nilai memenuhi syarat perulangan, untuk mejalankan perintah (dalam blok) dengan nilai akan diubah sebanyak perubah nilai”.
Memiliki bentuk umum seperti berikut:
for (inisialisasi; syarat perulangan; perubah nilai) {
Pernyataan 1; Pernyataan N 
}
Contoh Program 1:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Cetak angka 1 s.d 9
*/

void main() { 
 for (int i = 1; i < 10; i++) { 
 cout << i << " "; 
 } 
getch(); 
}
Hasil Eksekusi Program:

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Contoh Program 2:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Cetak angka 9 s.d 1
*/

void main() { 
 for (int i = 9; i > 0; i--) { 
 cout << i << " "; 
 } 
getch(); 
}

Hasil Eksekusi Program

9 8 7 6 5 4 3 2 1

PERNYATAAN WHILE

Pernyataan while bisa diterjemahkan “selama kondisi memenuhi syarat perulangan, jalankan perintah dalam blok secara berulang”.

Memiliki bentuk umum seperti berikut:

inisialisasi; 
while (syarat perulangan) { 
pernyataan 1; 
pernyataan N; 
perubah nilai; 
}

Contoh Program 3:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Mencetak bilangan bulat
*/

void main() { 
int i = 1; 
 while (i < 10) { 
 if (i%2 == 0) 
 cout << i << " "; i++; 
 } 
getch(); 
}

Hasil Eksekusi Program:

2 4 6 8

Contoh Program 4:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Mencetak bilangan bulat 
*dan menentukan bilangan genap
*/

void main() { 
int nilai = 1; 
 while (nilai%2 != 0) { 
 cout << "Masukkan bilangan genap "; 
 cin >> nilai; 
 } 
cout << "Angka " << nilai << " termasuk bilangan genap"; 
getch(); 
}

Hasil Eksekusi Program:

Masukkan bilangan genap 3 
Masukkan bilangan genap 5 
Masukkan bilangan genap 7 
Masukkan bilangan genap 8 
Angka 8 termasuk bilangan genap

PERNYATAAN DO – WHILE

Dalam pernyataan do – while akan menjalankan perintah terlebih dahulu, kemudian akan melakukan pengujian di akhir perulangan. Perhatikan diagram di bawah ini.

Memiliki bentuk umum seperti berikut:

inisialisasi;
do { 
pernyataan 1; 
pernyataan N; 
perubah nilai;

while(syarat perulangan);

Flow Chart Pernyataan do – while
Flow Chart Pernyataan do – while
Dari diagram di atas dapat disimpulkan bahwa, dalam perulangan do – while, minimal akan ada satu kali perintah yang dijalankan meski kondidi perulangan tidak memenuhi syarat.
Contoh Program 5:
#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Mencetak bilangan bulat 
*dan menentukan bilangan genap atau ganjil
*/

void main() { 
char jawab; 
int angka; 
 do { 
 cout << "Masukkan Angka : "; 
 cin >> angka; 
 cout << "Angka " << angka << " adalah "; 
 cout << ( (angka % 2 == 1) ? "ganjil" : "genap" ); 
 cout << "\nCoba lagi (Y/T) ? "; cin >> jawab; 
 } 
 while (jawab == 'y' || jawab == 'Y'); getch(); 
}
Hasil Eksekusi program:
Masukkan Angka : 5 
Angka 5 termasuk ganjil Coba lagi (Y/T) ? y 
Masukkan Angka : 8 
Angka 8 termasuk genap Coba lagi (Y/T) ? t

PERNYATAAN BREAK

Pernyataan break digunakan untuk keluar dari perulangan. Biasanya perintah break ini disimpan dalam percabangan.

Contoh Program 6:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Menampilkan bilangan bulat
*/

void main() { 
int i = 0; 
 while (i < 10) { 
 if (i == 7) 
 break; 
 cout << i << " "; i++; 
 } 
getch(); 
}

Hasil eksekusi Program:

0 1 2 3 4 5 6 7

PERNYATAAN CONTINUE

Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi/perulangan berikutnya dengan mengabaikan perintah/pernyataan lain yang ada dibawahnya.

Contoh Program 7:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Mencetak bilangan ganjil
*/

void main() { 
int i = 0; 
 while (i < 10) { 
 i++; 
  if (i%2 == 0) continue; 
  cout << i << " "; 
 } 
getch(); 
}

Hasil eksekusi Program:

1 3 5 7 9

NESTED LOOP

Nested loop adalah perulangan yang diletakan dalam perulangan lainnya. Dalam Nested loop ini bisa menggunakan pernyataan for, while, do – while atau kombinasi dari ketiga pernyataan tersebut.

Contoh Program 8:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h> 
#define MAX 5

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Display bangun segitiga
*/

void main() { 
int i = 0; 
 while (i < MAX) { 
  for (int j = 0; j <= i; j++) { 
  cout << '*'; 
  } 
 cout << endl; i++; 
 } 
getch(); 
}

Hasil eksekusi program:

* 
**
*** 
**** 
*****

Contoh Program 9:

#include<iostream.h> 
#include<conio.h>

/**
*gatewan.com
*Wawan Beneran
*Display bangun segitiga terbalik
*/

void main() { 
 for (int i = 5; i > 0; i--) { 
  for (int j = i; j > 0; j--) { 
  cout << '*'; 
  } 
 cout << endl; 
 } 
getch(); 
}

Hasil eksekusi Program:

*****
****
***
**
*
Sumber : http://www.gatewan.com/2014/07/mengenal-perulangan-dalam-cpp.html
Advertisements

Tipe Data, Variabel, dan Konstanta Pada C++

Tipe Data

Tipe data merupakan identifier atau pengenal suatu variabel. Tipe data akan memberitahukan kepada compiler mengenai jenis tipe data dan seberapa lebar compiler mengalokasikan ruang memori untuk suatu variabel. Sehingga dengan mekanise alokasi memori pada pemrograman C++, program yang berjalan akan lebih efisien dari segi memori.

Tipe data dalam pemrograman terkhusus C++ dapat dibedakan berdasarkan adanya tanda (signed) dan tidak adanya tanda (unsigned). Perbedaan antara keduanya adalah adanya tanda bilangan yang menunjukan positif dan negatif. Untuk tipe data unsigned (tanpa tanda) suatu bilangan hanya diawali dari 0 ke suatu jangkauan tertentu, sedangkan untuk tipe signed (bertanda), bilangan diawali dari nilai negatif (-) menuju ke jangkauan nilai positif (+).

Berikut adalah beberapa jenis tipe data

bertanda (signed):

Tipe Data Deskripsi Ukuran Memori Jangkauan
int Bilangan bulat 2 byte -32768 hingga 32768
short int Sama dengan int namun jangkauanya lebih pendek 2 byte -32768 hingga 32768
long int Memiliki jangkauan lebih panjang dari int 4 byte -2147483648 hingga 2147483648
bool Tipe data untuk menampung nilai kebenaran (flag) 1 byte 1 atau 0 (True atau False)
float Bilangan floating point atau koma 4 byte 3,4 x 10^-38 hingga 3,4 x 10^+38
double Sama dengan float namun memiliki jangkauan dua kali dari float 8 byte 1,7 x 10^-308 hingga 1,7 x 10^+308
long double Sama dengan double namum memiliki jangkauan lebih lebar 10 byte 3,4 x 10^-4932 hingga 3,4 x 10^+4932
char Menampung tipe karakter 1 byte -128 hingga 128
wchar_t Sama dengan char namun memiliki jangkauan lebih lebar 2 byte hingga 4 byte 1 wide character

 

tak bertanda (unsigned):

Tipe Data Deskripsi Ukuran Memori Jangkauan
Unsigned char Menampung karakter 1 byte 0-255
Unsigned int Bilangan bulat tak bertanda atau positif 4 byte 0-4294967295
Unsigned long int Long integer 4 byte 0-4294967295
Unsigned short int Short integer 2 byte 0-65535

Deklarasi Variabel

Pendeklarasian variabel sangatlah mudah, yaitu dengan menuliskan terlebih dahulu tipe data dan diikuti nama variabelnya. Sebagai contoh:

int a;

int b;

Penulisan diatas dapat dirangkum menjadi int a,b;

Berdasarkan cakupanya, variabel dapat dibedakan menjadi dua yaitu variabel global dan lokal. Variabel global merupakan variabel yang berlaku untuk semua kode program. Variabel ini dapat dipanggil dimanapun dari bagian suatu program. Sedangkan variabel lokal adalah variabel yang hanya berlaku pada suatu fungsi tertentu saja dan variabel tersebut tidak berdampak pada variabel diluar fungsi.

Deklarasi Konstanta

Konstanya merupakan variabel dengan nilai yang tetap dan tidak dapat dilakukan perubahan. Pendeklarasian konstanta dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Dengan menggunakan instruksi const

const float phi = 3.14;

const char karakter = ‘a’;

2. Dengan menggunakan preprocessor #define

#define phi = 3,14;

Pada proses deklarasi dengan preprocessor, kamu tidak perlu menyertakan tipe data dari nilai konstanta tersebut.

 

sumber : http://www.sinauarduino.com/artikel/tipe-data-variabel-dan-konstanta/

OPERATOR dalam C++

Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi
Contoh :
Penjumlahan, pengurangan, pembagian dan lain-lain.
Operator mempunyai sifat:
Unary
Sifat unary pada operator hanya melibatkan sebuah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : -5
Binary
Sifat binary pada operator melibatkan dua buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : 4 + 8
Ternary
Sifat tenary pada operator melibatkan tiga buah operand pada suatu operasi aritmatik. Contoh : (10 % 3) + 4 + 2

Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai binary adalah:

OPERATOR KETERANGAN CONTOH
* Perkalian (Multiply)           4 * 5
/ Pembagian (Divide)            8 / 2
% Sisa Bagi (Modulus)          5 % 2
+ Penjumlahan (Add)           7 + 2
– Pengurangan (Substract)  6 – 2

OPERATOR KETERANGAN CONTOH
+ Tanda Plus          +4
– Tanda Minus        -6

Operator penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan (“=”).
Contoh :
nilai = 80; A = x * y;
Penjelasan :
variable “nilai” diisi dengan 80 dan
variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.

Hierarki Operator Aritmatika
Di dalam suatu akspresi arotmatika dapat kita jumpai beberapa operator aritmatika yang berbeda secara bersamaan. Urutan operator aritmatika adalah sebagai berikut:
* atau / Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
% Sisa Pembagian
+ atau – Tingkatkan operator sama, penggunaannya tergantung letak,
yang di depan didahulukan
Contoh:
A = 8 + 2 * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 8 + 6/6 dimana 6/6 = 1 A = 8 + 1
A = 9
Tingkatan operator ini dapat diabaikan dengan penggunaan tanda kurung ( dan )
Contoh:
A = (8 + 2) * 3 / 6
Langkah perhitungannya :
A = 10 * 3/6 dimana 8 + 2 = 10
A = 30 / 6 A = 5

Operator Increment & Decrement
Pada pemrograman C++, menyediakan operator penambah dan pengurang (Increment & Decrement).
++ Penambahan (Increment)
— Pengurangan (Decrement)
A = A + 1 atau A = A – 1; dapat disederhanakan menjadi A + = 1 atau A – = 1 Dan dapat disederhanakan menjadi A++ atau A–
Notasi ++ atau — dapat diletakkan di depan atau di belakang variabel. Contoh: A– atau –A atau ++ A atau A++
Kedua bentuk penulisan di atas mempunyai arti yang berbeda:
Jika diletakkan di depan variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah
begitu ekspresi ini di temukan.
Jika diletakkan di belakang variabel. Maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini di jumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.

Operasi Relasi (Perbandingan)
Operator relasi ini digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil dari perbandingan operator ini menghasilkan nilai numeric 1 (True) atau 0 (False).
== Sama dengan (bukan pemberi nilai)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
= Lebih dari sama dengan
<= Kurang dari sama dengan

Operator Logika
Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ungkapan
menjadi sebuah ungkapan berkondisi.
&& Operator Logika AND m && n
|| Operator Logika OR m || n
! Operator Logika NOT !m

Operator Bitwise
Operator Bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit
<> Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR
~ Bitwise NOT

Source: OPERATOR dalam C++

Komponen-Komponen Sistem Informasi

A. Sumber Daya Manusia

Manusia dibutuhkan untuk pengoperasian semua sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar SI.

  • Pemakai akhir (klien) adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Mereka dapat berupa pelanggan, tenaga penjualan, teknisi, staf administrasi, akuntan, atau para manajer. Sebagian besar pemakai akhir dalam dunia bisnis adalah pekerja ahli, yaitu orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim serta kelompok kerja, dan membuat menggunakan, serta menyebarkan informasi.
  • Pakar SI adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Mereka meliputi analis sistem, pembuat software, operator sistem, dan personel tingkat manajerial, teknis, dan staf administrasi SI lainnya.

B. Sumber Daya Hardware

Konsep sumber daya hardware meliputi semua peralatan dan bahan fisik yang digunakan dalam pemopresan informasi. Secara khusus, sumber daya hardware meliputi tidak hanya mesin, tetapi juga semua media data, yaitu objek berwujud tempat data dicatat. Contoh hardware dalam sistem informasi berbasis komputer adalah :

  • Sistem Komputer, yang terdiri dari unit pemopresan pusat yang berisi pemopres mikro, dan berbagai peralatan periferal yang saling berhubungan. Contohnya adalah sistem komputer palmtop, laptop, atau desktop.
  • Periferal Komputer, yang berupa peralatan seperti keyboard atau mouse elektronik untuk input data, atau printer untuk output informasi, dan disk magnetik atau optikal untuk menyimpan sumber daya data.

C. Sumber Daya Software

Konsep sumber daya software meliputi semua rangkaian perintah pemopresan informasi. Konsep umum software ini meliputi tidak hanya rangkaian perintah operasi yang disebut  program,  dengan hardware komputer pengendalian dan langsung, tetapi juga rangkaian perintah pemopresan informasi yang disebut  prosedur yang dibutuhkan orang-orang.

Berikut adalah contoh-contoh sumber daya software :

  • Software sistem, seperti sistem operasi, yang mengendalikan serta mendukung operasi sistem komputer.
  • Software aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu komputere oleh pemakai akhir.
  • Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang-orang yng akan menggunakan sistem informasi. Contohnya dalah perintah untuk mengisi formulir kertas atau menggunakan software.

D. Sumber Daya Data

Konsep sumber daya data telah diperluas oleh para manajer dan pakar sistem informasi. Merekan menyadari bahwa data membentuk sumber daya organisasi yang berharga. Jadi, Anda harus melihat data sebagai sumber daya yang harus dikelola secara efektif agar dapat memberi manfaat para pemakai akhir dalm sebuah organisasi.

Data dapat berupa banyak bentuk, termasuk data alfanumerik tradisional, data teks, serta gambar video grafis dan video. Sumber daya sistem informasi umumnya diatur, disimpan, dan diakses oleh berbagai teknologi pengelolaan sumber daya data ke dalam :

  • Database yang enyimpan data yang telah diproses dan diatur.
  • Dasar pengetahuan yang menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuknya, seperti fakta, peraturan, dan contoh kasus mengenai praktik bisnis yang berhasil baik.

E. Sumber Daya Jaringan

Konsep sumber daya jaringan menekankan bahwa teknologi komunikasi dan jarigan adalah komponen sumber daya dasar dari semua sistem informasi. Sumber daya jaringan meliputi:

  • Media komunikasi. Contohnya meliputi twisted-pair, kabel tembaga, dan kabel optikal fiber; serta teknologi gelombang mikro, selular, dan satelit yang nirkabel.
  • Dukungan jaringan. Kategori umum ini menekankan bahwa banyak hardware, software, dan teknologi data dibutuhkan untuk mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi. Contohnya meliputi pemroses komunikasi seperti modem dan prosesor antarjaringan, serta software pengendali, seperti software sistem operasi jaringan dan penjelajahan internet.

 

sumber : Pengantar Sistem Informasi, Perspektif Bisnis dan Manajerial, James A. O’Brien

 

Data dan Hierarki Data

Definisi Data

Menurut McLeod data adalah kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakkta dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai.

Sumber Data

Data dapat diperoleh dari berbagai sumber untuk memperolehnya. Sumber data diklasifikasikan sebagai sumber data internal, sumber data personal, dan sumber data eksternal.

  1. Data Internal, sumbernya adalah orang, produk, layanan, dan proses. Data internal umumnya disimpan dalam basis data perusahaan dan biasanya dapat diakses.
  2. Data personal, sumber data ini bukan hanya berupa fakta, tetapi dapat juga mencakup konsep, pemikiran, dan konsep.
  3. Data eksternal, sumber data ini dimulai dari basis data komersial hingga sensor dan satelit. Data ini tersedia di compact disk, flash disk, atau media lainnya dalam bentuk film, suara gambar, diagram, atlas, dan televisi.

Hierarki data

Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

  1. Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
  2. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010.
  3. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
  4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.
  5. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan.
  6. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu.

 

 

Sumber :

Algoritma dan Pemograman

 Definisi Algoritma

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.

Beda Algoritma dan Program

Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi formula bahwa :

Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)

Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.

Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya :

  • Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan  algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
  • Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
  • Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma :

  • Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
  • Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.
  • Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
  • Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya.
  • Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
  • Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada translasi tersebut, yaitu :

a.  Pendeklarasian variabel

Untuk mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam penggunaan bahasa pemrograman apabila    tidak semua bahasa pemrograman membutuhkannya.

b.  Pemilihan tipe data

Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe data.

c.  Pemakaian instruksi-instruksi

Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.

d.  Aturan sintaksis

Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.

e.  Tampilan hasil

Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika mengkonversikannya menjadi program.

f.  Cara pengoperasian compiler atau interpreter.

Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok compiler atau interpreter.

Etika Dalam Manajerial

Etika Manajemen

Etika (ethics) adalah satu set kepercayaan, standar, atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat. Etika juga diartikan sebagai sistem dari prinsip-prinsip moral atau aturan untuk bertindak (rule of conduct). Etika dalam organisasi atau etika manajemen perhatiannya meliputi tiga hal yaitu :

  1. Hubungan organisasi atau perusahaan dengan karyawan,
  2. Hubungan karyawan dengan organisasi,
  3. Hubungan organisasi dengan pihak luar.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Etika Manajemen

Hampir semua dilema etika melibatkan suatu konflik antara kebutuhan sebagian dan keseluruhan individu versus organisasi, atau organisasi versus masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Kadang-kadang suatu keputusan etika menimbulkan konflik antara dua pihak.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi etika manajemen dalam mengambil keputusan yaitu hukum, peraturan pemerintah, kode etik industri atau perusahaan, tekanan-tekanan arsial, dan tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi.

Para manajer yang menghadapi jenis pilihan etis yang sulit sering memanfaatkan suatu pendekatan normatif yang berdasarkan norma dan nilai-nilai untuk membimbing pembuatan keputusan mereka. Etika normatif menggunakan beberapa pendekatan untuk menggambarkan nilai-nilai acuan dalam pembuatan keputusan yang etis. Empat diantaranya yang relevan bagi para manajer adalah pendekatan manfaat, pendekatan individualisme, pendekatan hak-hak moral, dan pendekatan keadilan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Etis

Manajer membawa pengaruh berupa kepribadian dan perilaku terhadap pekerjaan. Kebutuhan pribadi, pengaruh keluarga, dan latar belakang agama, seluruhnya membentuk sistem nilai seorang manajer. Karakteristik pribadi yang khusus, seperti kekuatan ekonomi, kepercayaan diri, dan rasa kemandirian yang kuat, memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan yang etis. Salah satu perilaku pribadi yang penting adalah tahap pengembangan moral.

Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab sosial berarti manajemen harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dalam mengambil keputusan. Tanggung jawab sosial merupakan konsep yang sukar untuk dipahami, karena orang yang berbeda memiliki keyakinan yang berbeda mengenai tindakan apa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang lebih sulit lagi, tanggung jawab sosial mencakup sejumlah isu, kebanyakan diantaranya bersifat ambigu terkait dengan masalah benar atau salah.

Terdapat dua pandangan terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial. Yang pertama menganggap perusahaan bagian dari masyarakat, maka harus melakukan tanggung jawab sosial demi kemakmuran masyarakat. Pandangan kedua menganggap organisasi bisnis tidak perlu menjalankan tanggung jawab sosial karena bertentangan dengan tujuan ekonomi perusahaan sebab mengurangi laba.

Dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial ada empat strategi :

  1. Strategi menghindari tanggung jawab sosial karena mementingkan ekonomi,
  2. Melaksanakan tanggung jawab sosial sebatas yang diisyaratkan dalam peraturan atau undang-undang,
  3. Melakukan tanggung jawab sosial etika manajemen yang dapat diterima masyarakat,
  4. Melakukan tanggung jawab sosial secara pro-aktif agar tidak terjadi gejolak atau dampak sosial yang buruk terhadap organisasi.

Bentuk Tanggung Jawab Sosial

Pengusaha harus memberikan perhatian terhadap masalah sosial dan lingkungan dengan melaksanakan tanggung jawab sosial misalnya dalam bentuk program CSR (Corporate Social Responsibility). Melaui CSR akan tercipta hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sebagai syarat terjaminnya kelangsungan bisnis mereka. Aspek-aspek yang mendukung CSR antara lain adanya etika bisnis yang dijadikan pedoman dalam berbisnis dan adanya masalah masalah lingkungan.

Apabila perusahaan membangun suatu basis komunitas, mereka menjadi bagian dari komunitas dan mengandalkan padanya akan pelanggan maupun karyawannya. Perusahaan menunjukan kepeduliannya kepada komunitas dengan mensponsori event lokal atau memberikan donasi kepada kolompok sosial lokal.

Mengevaluasi Kinerja Sosial Perusahaan

Tanggung jawab sosial perusahaan dapat dibagi ke dalam empat kriteria. Semua tanggung jawab tersebut disusun dari atas ke bawah menurut tingkat kesulitan dan frekuensi yang dialami oleh para manajer ketika menangani permasalahan tersebut, meliputi :

  1. Tanggung Jawab Ekonomi : pandangan ini mengatakan bahwa perusahaan harus dioperasikan dengan basis orientasi laba, dengan misi tunggalnya yaitu meningkatkan labanya selama berada dalam peraturan permainan.
  1. Tanggung Jawab Legal : mendefinisikan apa yang dianggap penting oleh masyarakat sehubungan dengan perilaku perusahaan yang layak.
  2. Tanggung Jawab Etika : meliputi perilaku yang tidak perlu disusun dalam undang –undang dan boleh tidak melayani kepentingan ekonomi langsung perusahaan.
  3. Tanggung Jawab Diskresioner : murni suka rela dan dituntun oleh keinginan sebuah perusahaan untuk memberi kontribusi sosial yang tidak diperintahkan oleh ekonomi, undang-undang, atau etika.

Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Banyak manajer peduli pada perbaikan iklim etika dan tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Mereka tak ingin dikejutkan atau dipaksa masuk ke dalam posisi obstruktif atau defensif. Seperti yang dikatakan salah seorang ahli pada topik etika, “Manajemen bertanggung jawab untuk menciptakan dan menopang kondisi di mana orang-orang harus menjaga kelakuan mereka sendiri”. Para manajer harus mengambil langkah-langkah aktif untuk memastikan bahwa perusahaan berdiri dengan dasar etika.

Hasil Penerapan Etika Manajemen dan Tanggung Jawab Sosial

              Banyak perusahaan menyadari bahwa ukuran kesuksesan bukan hanya dari laporan keuangan, melainkan dari etika dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan kinerja keuangannya menjadi perhatian baik bagi para manajer maupun ilmuwan manajemen. Salah satu hal yang diperhatikan manajer adalah apakah menjadi warga negara yang baik akan membawa dampak buruk bagi kinerja perusahaan. Sejumlah studi telah dilakukan untuk menentukan apakah peningkatan etika dan respon sosial meningkatkan atau menurunkan performa keuangan. Studi tersebut memberikan hasil yang bervariasi namun umumnya menemukan suatu hubungan kecil yang positif antara tanggung jawab sosial dan kinerja keuangan.

Tanggung Jawab Sosial dalam Manajerial

Pengertian

Menurut Griffin dan Ebert (2002), tanggung jawab sosial adalah usaha suatu bisnis untuk menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, termasuk konsumen, bisnis lain/ pesaing, karyawan dan investor.

Menurut Carrol, manajer memiliki 4 tanggung jawab :

  1. Tanggung jawab ekonomi : Memproduksi barang dan jasa yang bernilai bagi masyarakat
  2. Tanggung jawab hukum : Perusahaan mentaati hukum yang berlaku
  3. Tanggung jawab etika : Perusahaan mengikuti keyakinan umum bagaimana orang harus bertindak dalam suatu masyarakat
  4. Tanggung jawab kebebasan :Tanggung jawab yang diasumsikan sukarela

Pihak-Pihak yang Dipertanggungjawabkan Oleh Seorang Manajer

  1. Konsumen : Bisnis bertanggung jawab pada konsumennya dengan menjaga kejujuran dan keterbukaannya.
  2. Karyawan : Bisnis bertanggung jawab atas sosial di dalam kesepakatan mereka dengan memperkerjakan karyawan dengan wajar, membuat karyawan bagian dari tim, dan menghargai martabat dan kebutuhan manusiawinya.
  3. Investor : Untuk menjaga tanggung jawab sosial terhadap investor, manajer harus mengikuti prosedur akutansi yang benar.
  4. Pemasok (Supplier) : Hubungan dengan pemasok harus dikelola dengan baik.

4 macam Pendekatan Tanggung Jawab Sosial

  1. Obstructionist Stance
    • Adalah kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindari diri dari tanggung jawab sosial.
  2. Defensive Stance
    • Adalah strategi defensive dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggulangan pendekatan legal atau jalur hokum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial.
  3. Accomodative Stance
    • Strategi akomodatif adalah merupakan tanggung jawab sosial yang menjalankan perusahaan di karenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut.
  4. Proactive Stance
    • Adalah perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah berbagi dari tanggung jawab untuk memuaskan Stakeholders .Jika Stakeholders terpuaskan maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

Alasan Menerapkan Tanggung Jawab Sosial

  1. Moralitas
  2. Pemurnian citra perusahaan
  3. Teori invetasi : Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder karena tindakan akan mencerminkan kinerja keuangan perusahan
  4. Mempertahankan otonomi perusahaan : Untuk menghindari campur tangan orang ketiga dalam pengambilan keputusan manajemen

Manfaat Tanggung Jawab dalam Manjerial :

  1. Memperbaiki reputasi dan citra perusahaan
  2. Mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat
  3. Menjalin kerja sama dengna pemerintah

Sistem Informasi Berdasarkan Fungsionalitas Bisnis

Seperti yang sudah kita ketahui dari sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input)dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Tujuan sistem informasi berdasarkan fungsional bisnis :

  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk,dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan). Dengan proses manajemen yang didefinisikan sebagai aktivitas – aktivitas :

  • Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut
    berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
  • Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi:

  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dan transaksi keuangan.
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan,
  • kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.
  • Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
  • Sistem informasi personalia (personal information systems).
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems).
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).
  • Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis software
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems).

Melihat begitu pentingnya dari sistem informasi berdasarkan fungsional bisnis, para IT mungkin sangat dibutuhkan di perusahaan-perusahaan untuk menjalankan sistem informasi data-data yang akan diolah.

Sistem Informasi Berdasarkan Aktivitas Manajemen

A. KLASIFIKASI MENURUT AKTIFITAS MANAJEMEN

1.Sistem informasi pengetahuan

Sistem informasi yang mendukung aktivitas pekerja berpengetahuan. Sistem seperti ES dan OAS termasuk dalam katagori ini.

Contoh : Sistem otomasi perkantoran( office automation system atau OAS)

  1. Sistem informasi operasional

Berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari, seperti penempatan pesanan pembelian dan pencatatan jumlah jam kerja pegawai. TPS, SIM, dan DSS sederhana termasuk ke dalam jenis sistem informasi ini

Contoh : penenmpatan pesanan pembelian dan pencatatn jumlah jam kerja pegawai.

  1. Sistem informasi manajerial

Sistem informasi manajerial atau disebut juga sistem informasi taktis adalah sistem informasi yang menunjang kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial

Contoh :

  • Ringkasan statistic
  • Laporan perkecualian
  • Laporan periodis dan laporan yang dibutuhkan sewaktu waktu
  • Analisis perbandingan
  • Proyeksi
  • Pendeteksian
  • Keputusan-keputusan rutin
  • Hubungan antar manajemen

4.Sistem informasi strategis

Sistem informasi yang digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam organisasi. Sistem ini sangat bermanfaat untuk mendukung operasi dan proses-proses manajemen yang menyediakan jasa dan produk strategis untuk menuju ke keunggulan yang kompetitif.

Contoh : penyediaan jasa dan produk strategis